Sebuah fakta bahwa 9 dari 15 juara paralel bersarang di SELADA. Sebuah fakta juga banyak yang menganggap kelas kami tak kompak. Akhirnya, sebuah fakta pula, seorang Dita berani bicara dengan sinisnya, “Punya hak apa mereka yang tidak menjadi komunitas SELADA untuk berani bicara seperti itu?” *plok3, aku setuju!* .... (Mariana Widjaja)

Kamis, 17 Maret 2011

RENUNGAN Kamis, 17 Maret 2011



“Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.” < Mat. 7:7–12> Ya Yesus, tambahkan imanku seperti Bunda Maria: iman yang cukup sehingga aku tetap percaya dan bersyukur kepada-Mu atas apa pun yang aku terima. Amin.

Kamis, 17 Maret 2011
Pekan Prapaskah I (U)Yusuf dr Arimatea; St. Patrisius; St. Gertrudis dr Nivelles
Bacaan I: Est. 4:10a,10c–12,17–19
Mazmur : 138:1–2a,2bc–3,7c–8; R: 3a
Bacaan Injil : Mat. 7:7–12



”Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya. Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Renungan

Mira adalah seorang gadis yang cantik, tetapi ia belum memiliki pacar. Usianya sudah hampir 30 tahun. Suatu hari ia berpikir, ”Aku akan berdoa Novena setiap hari di hadapan patung Bunda Maria. Aku ingin berdoa dengan ujud khusus, supaya cepat dapat pacar. Bukankah Tuhan senantiasa mengabulkan doa kita ya?” Dengan penuh keyakinan, Mira mulai berdoa di hadapan patung Bunda Maria. Sembilan hari penuh Mira berdoa, tetapi tidak ada tanda-tanda bahwa doanya akan dikabulkan. Mira pun meneruskan doanya, setiap hari. Seminggu berlalu, sebulan, dua bulan … dan doanya tetap belum terkabulkan. Ketika setahun penuh doa Mira tidak terkabul juga maka marahlah Mira sampai-sampai Mira mengambil patung Bunda Maria dan melemparkannya keluar jendela.

Sering kali relasi kita dengan Tuhan dilandasi mental dagang: ada jasa ada imbalan. ”Saya sudah berdoa setiap hari, bahkan juga berderma. Jadi, Tuhan harus membalas jasa saya dong!” begitu pikiran kita. Bukankah Tuhan Yesus juga bersabda bahwa apa yang kita minta akan diberikan? Yesus benar bahwa Allah akan mengabulkan doa kita. Pertanyaannya, menurut ukuran siapa? Bukankah orangtua yang baik tidak akan memberikan minuman es pada anaknya yang sedang batuk dan sakit? Bukankah kita juga membaca bagaimana Bunda Maria bersikap? Ketika Bunda Maria bingung dan tidak mengerti atas rencana Allah, ia tetap berkata, ”Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.” Melalui Bunda Maria, kita belajar bahwa Tuhan itu Mahabaik. Dia pasti tahu apa yang terbaik untuk kita masing-masing, kendati kita tidak melihat rencana Allah itu.

Tidak ada komentar: